Bagaimana Angka PDB Didapat? Tiga Saudari Kembar Yang Selalu Berbeda

Diperbaharui 17 Februari 2019

Bagaimana angka PDB didapat? Tentu ada rumus untuk menghitungnya, disebut ‘pendekatan.’

Berangkat dari episode sebelumnya, kita mengetahui pengertian PDB sebagai nilai jual hasil produksi bla bla bla, dan hal tsb berarti kinerja ekonomi satu negara.

Untuk kepentingan dalam negeri, PDB berfungsi sebagai ‘gaji’ satu negara, yang diharapkan selalu naik setiap tahun. Untuk kepentingan luar negeri, PDB berfungsi sebagai tolak ukur untuk menentukan utang luar negeri.

Sekarang, seperti apa rumus ‘pendekatan’ tsb?

PDB Dan Gaji

Sebelum membicarakan rumus pendekatan dalam menghitung PDB, kalian harus terlebih dahulu mengetahui beberapa faktor yang terdapat dalam PDB itu sendiri.

Lagi-lagi, kita akan menggunakan gaji untuk menjelaskan bagaimana angka PDB bisa didapatkan. 

Pada dasarnya, besaran gaji yang kalian terima adalah berdasarkan produktivitas yang kalian miliki dalam mengerjakan pekerjaan kalian. Semakin kalian produktif, semakin baik kalian menghasilkan, baik dalam kualitas atau kuantitas, semakin besar gaji yang akan kalian terima.

Sehingga, dengan kalian lebih produktif dalam pekerjaan, kalian mendapatkan gaji/pemasukan yang lebih besar, dan dengan gaji yang lebih besar, kalian sekarang bisa belanja/pengeluaran lebih banyak,

Sama seperti logika gaji di atas, PDB sebuah negara akan lebih besar ketika negara tsb mampu menjadi lebih produktif, baik dalam kualitas atau kuantitas, semakin besar PDB negara tsb.

Dengan lebih negara tsb menjadi lebih produktif, negara tsb memiliki PDB/pemasukan yang lebih besar, dan dengan PDB yang lebih besar, negara tsb sekarang bisa belanja/pengeluaran lebih banyak. 

Sekarang, kita memiliki tiga faktor; produksi, pemasukan, dan pengeluaran. Ketiga faktor ini menciptakan lingkaran yang sempurna.

Apabila tidak ada produksi, tidak ada pemasukan, dan apabila tidak ada pemasukan, maka tidak ada pengeluaran.

Dan dengan tiga faktor ini, PDB satu negara dapat ditentukan.

Pendekatan PDB: Tiga Saudari Kembar Yang Selalu Berbeda

PDB dapat kalian tentukan dengan 3 cara atau pendekatan (approach).

Pendekatan Produksi (Production approach)

Pendekatan Pemasukan (Income approach)

Pendekatan Pengeluaran (Expenditure approach)

Tentu setiap pendekatan di atas selalu menunjukan hasil yang berbeda, walaupun dengan selisih yang tidak signifikan.

Alasan adanya perbedaan tsb tentu karena setiap pendekatan menggunakan rumus dan variabel yang berbeda satu sama lain.

Dan juga mengingat bahwa PDB Indonesia adalah sebesar 1,016 triliun dolar Amerika,

Bagaimana Angka PDB Didapatkan: Tiga Saudari Kembar Yang Selalu Berbeda - Gambar 01

Itu adalah angka dengan jumlah nol sebanyak 15, dan angka tsb dinyatakan dalam dolar Amerika. Sehingga apabila angka tsb dinyatakan dalam Rupiah, jumlah nol tsb akan menjadi 19.

Sehingga secara teori,

Pendekatan produksi, bekerja dengan prinsip yang paling jelas, menghitung total jumlah semua hasil produksi dari semua sektor dalam satu negara.

Pendekatan pemasukan, bekerja dengan prinsip bahwa, setiap sektor, baik pemerintah maupun masyarakat, pasti mendapatkan pemasukan untuk setiap produksi yang dikerjakan, maka pendekatan pemasukan menghitung total jumlah semua pemasukan dari semua sektor; pemerintah dan masyarakat.

Pendekatan pengeluaran, bekerja dengan prinsip bahwa, setiap pemasukan pasti akan digunakan untuk berbagai keperluan, sehingga pendekatan pengeluaran menghitung total jumlah pengeluaran dari semua sektor; pemerintah dan masyarakat.

Di atas adalah teorinya. Apabila kalian ingin menghitungnya, kalian akan menggunakan rumus di bawah.

Rumus Pendekatan PDB

Pendekatan Produksi:

PDB = NTB – (Ongkos Produksi + Pajak + Subsidi)

Dengan NTB (Nilai Tambah Bruto) = Jumlah Produk x Harga Jual Produk.

Pendekatan Pemasukan:

PDB = TPF + (Pajak – Subsidi)

Dengan TPF (Total Pendapatan Faktor) = Kompensasi Karyawan + Keuntungan Produksi.

Pendekatan Pengeluaran:

PDB = PUPA + (Ekspor – Impor)

Dengan PUPA (Pengeluaran Untuk Produk Akhir) = Konsumsi Rumah Tangga + Investasi + Pengeluaran Pemerintah

Atau bagi kalian yang sudah mengerti tentang PDB akan mengetahui rumus ini dengan bentuk seperti,

Y = C + I + G + (X – M)

PDB Indonesia 2018

Bagi kalian yang sudah mencoba menghitung PDB Indonesia dan medapatkan angka 1,016 triliun dolar Amerika, selamat!

Bagi yang belum, seperti yang kita sudah ketahui di atas, Indonesia memiliki PDB sebesar 1,016 triliun dolar Amerika. Dan tampaknya, PDB Indonesia masuk peringkat ke-16 di dunia.

Namun, pertanyaannya adalah,

“Apakah angka 1,016 triliun dan 16 ini baik atau buruk, sebuah pencapaian atau kegagalan?

Episode selanjutnya akan menjawab pertanyaan ini—dan sebagai bocoran, kalian akan mengetahui satu atau dua hal tentang pajak.

Dan sekian . . .

Terima kasih telah meluangkan waktu kalian untuk membaca konten ini. Klik tombol di bawah untuk membaca episode selanjutnya,

PDB Dan PDB Per Kapita? Kabar Baik Atau Kabar Buruk? 16 Atau 114?

Apabila kalian menyukai konten ini, atau menemukan konten ini apa pun positif, jangan lupa bagikan ke teman-teman kalian—caranya mudah, di sebelah kiri layar ada lingkaran biru dengan huruf F, dan lingkaran biru muda dengan lambang burung, silakan di klik saja.

Jangan lupa untuk Like, Follow dan sering – sering cek media sosial kita—di bawah ada persegi biru dengan huruf F, dan persegi biru muda dengan lambang burung, silakan di klik saja— untuk mengetahui informasi konten selanjutnya.

  • 2
    Shares

Leave a Reply

Close Menu